Jumat, 03 April 2015 - 19.36 WIB

0 Blogger

Facebook

ISL Berubah Menjadi QNB League Lewat Kongreskah?

Hari ini (3/4/2015) pecinta sepakbola tanah air dihebohkan oleh rilis pers PT. Liga yang mengumumkan bahwa ISL kini berganti nama menjadi QNB League. Rilis ini menuai pro dan kontra karena terkesan sangat mendadak.

Bahkan perubahan nama liga ini tanpa melalui kongres. Padahal statuta PSSI sendiri menjelaskan bahwa perubahan nama liga harus melewati kongres. Dengan statuta ini para pengurus PSSI (eks KPSI yang telah kembali berkuasa) beramai-ramai mengemukan statuta ini untuk menolak adanya liga baru dengan nama baru ketika wacana penyatuan IPL dan ISL mulai dicanangkan.

Namun, hari ini tiba-tiba diumumkan bahwa ISL telah berubah nama menjadi QNB League menyusul kerjasama BV Sport selaku pemegang hak komersial ISL dengan Qatar National Bank (QNB) yang berlaku mulai musm 2015 hingga 2017.

Selain alasan perubahan nama diatas, penghapusan identitas Indonesia pada nama liga juga menuai kritikan. Nama liga sudah berubah total dari nama sebelumnya. Liga Super Indonesia kini menjadi Liga Qatar National Bank. Orang luar mungkin akan bingung dimanakah liga ini berada di Qatar atau di Indonesia? sepertinya akan lebih banyak yang memilih Qatar.

Namun ada juga yang menganggap positif perubahan nama ini. QNB League terkesan lebih ekslusif dan berkelas, terlebih bayangan derasnya aliran dana melimpah dari QNB, bank miliki Qatar, satu dari banyak negara gemerlap di Timur Tengah.

Masuknya investor asing adalah hal bagus bagi sepakbola Indonesia, namun tentu prosesnya harus tetap sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai PSSI menjilat ludah sendiri dan melanggar regulasi yang dibuat sendiri hanya demi mendapatkan fulus.

Selain itu bayangan besarnya dana yang masuk membuat publik menginginkan keterbukaan dalam pengelolaan dana dan pendistribusian royalti ke setiap klub, seperti yang setiap tahun dilakukan liga top Barclays Premier League.

Selengkapnya ...

Rabu, 01 April 2015 - 12.48 WIB

0 Blogger

Facebook

Pemain Semen Padang 2015 di QNB League

Liga Super Indonesia tinggal menghitung hari. Semen Padang akan melakoni laga perdana dengan bertandang ke markas Persib Bandung 4 April 2015. Bagaimana kesiapan Semen Padang menyongsong liga terakbar di tanah air ini?

Secara umum Semen Padang siap mengikuti ISL/QNB League. Hal ini terbukti dari hasil verifikasi BOPI yang memberikan grade A kepada Semen Padang bersama empat tim lainnya. Namun dari segi materi pemain masih menyisakan tanda tanya menyusul diberlakukannya pembatasan maksimal 3 pemain asing untuk tim-tim ISL.

Dilema sempat menghampiri Semen Padang apakah akan menempatkan satu pemain asing di lini belakang atau lini depan. Akhirnya pelatih Semen Padang Nil Maizar lebih memilih memperkuat lini belakang dengan mendatagkan Goran Gancev. Tentu saja lini depan praktis hanya mengandalkan pemain lokal, sangat kontras dengan masa jaya Semen Padang yang mengandalkan pemain asing tangguh dilini depan.

Siapa saja para punggawa Semen Padang untuk mengarungi kompetisi ISL musim depan? berikut adalah nama-namanya:
Penjaga Gawang:
1. Jandia Eka Putra
2. Fakhrurrazi
3. Putra Shabilul Rasad
4. Rakhmanuddin

Pemain Belakang:
5. Novan Setya
6. Aldi Rinaldi
7. Hengki Ardiles
8. Saepulloh Maulana
9. Seftia Hadi
10. Ricky Ohorella
11. Goran Gancev
12. Rezi Syafrianto
13. Zulchrizal Abdul Gamal
14. Gitra Yudha

Pemain Tengah:
15. Yu Hyun Koo
16. Rudi
17. Eka Ramdani
18. Vendry Mofu
19. Nerius Alom
20. Hendra Bayauw
21. Leo Guntara
22. Esteban Vizcarra
23. Syafri Al Irfandi
24. Irsyad Maulana
25. Andre Riyus Tofan

Pemain Depan:
26. Suheri Daud
27. Muhammad Nur Iskandar
28. Gugum Gumilar
29. Agnef Syafantri
30. Airlangga Sucipto

Selengkapnya ...

Sabtu, 24 Januari 2015 - 19.56 WIB

0 Blogger

Facebook

Nil Maizar Kembali Latih Semen Padang

Teka-teki pelatih Semen Padang akhirnya terjawab sudah. Manajemen akhirnya memutuskan Semen Padang kembali dilatih oleh Nil Maizar, pelatih Kabau Sirah 2010-2012.

Hal ini disampaikan CEO KSSP Daconi. ""Ya, saya mengharapkan Nil sudah mulai melatih Senin lusa," kata Daconi.

Keputusan ini menghentikan semua spekulasi tentang pelatih Semen Padang. Sebelumnya selain Nil muncul beberapa nama seperti Mustaqim, Sartono Anwar, Syafrianto Rusli, Andi Santoso, Bambang Nurdiansyah hingga Timo Scheunemann, dan Jaya Hartono.

Dipilihnya pelatih asal Payakumbuh ini karena prestasi, pengalaman dan faktor internal perusahaan. Saat ini Nil Maizar masih berstatus karyawan PT. Semen Padang.

"Kami harus memberdayakan karyawan sendiri, selain prestasi dan pengalamannya di sepakbola Indonesia, baik ketika jadi pemain maupun jadi pelatih,"  kata Daconi.

Namun Nil Maizar belum bisa memastikan apakah dia akan kembali melatih Semen Padang. Namun Nil berjanji akan memenuhi panggilan manajemen.

"Insya Allah, saya akan usahakan datang Senin. Tetapi apakah saya langsung melatih kita lihat saja nanti," kata Nil Maizar.

Selengkapnya ...
0 Blogger

Facebook

Kursi Pelatih Semen Padang Nil Maizar Diunggulkan

Pasca dipecatnya Pelatih Kepala Semen Padang FC Jafri Sastra sejumlah pelatih mulai mendekat dan dikabarkan juga tengah dibidik oleh majemen Kabau Sirah.

Ada nama-nama seperti Nil Maizar, Mustaqim, Sartono Anwar, Syafrianto Rusli, dan Bambang Nurdiansyah. Nama lain adalah Timo Scheunemann, Jaya Hartono, dan Andi Susanto. Bahkan diantara nama-nama ini sudah ada yang menghubungi manajemen.

Diantara delapan nama ini 7 diantaranya berlisensi A AFC, khusus Timo berlisensi A UEFA. Andi Susanto belum diperoleh konfirmasi lisensi apa yang sudah dikantongi eks pelatih SFC U-21 ini. Manajemen dengan tegas menyatakan bahwa selain menyesuaikan dengan tim, pelatih baru juga harus berlisensi A AFC.

Nil Maizar menjadi satu nama paling diunggulkan dalam bursa pelatih Semen Padang. Walau mengaku belum dihubungi manajemen-apalagi mengajukan lamaran- Nil Maizar dianggap kandidat terkuat pelatih Semen Padang musim depan.

Selain karena sudah tidak asing lagi di Semen Padang baik sebagai pemain ataupun pelatih, Nil Maizar mendapat dukungan dari para mantan pemain Semen Padang. Tak heran ketika dikonfirmasi namanya masuk dalam incaran Semen Padang pelatih asal Payakumbuh ini santai menanggapinya.

Prestasi Nil Maizar yang mengantarkan Semen Padang menempati peringkat ke-4 klasmen ISL 2010-2011 adalah salah satu bukti nyata kinerjanya. Padahal saat itu Semen Padang berstatus debutan. Nil juga tidak dipecat ketika tidak lagi melatih SP, tp karena ada panggilan melatih timnas.

Ada ciri khas ketika Nil Maizar melatih Semen Padang, mungkin memang karena pemain bertahan, lini belakang Semen Padang terbilang sangat tangguh dibawah asuhannya. Gawang Semen Padang paling sedikit ketiga kebobolan, hanya kalah dari tim besar Arema dan Persipura.

Inilah yang menjadi alasan kenapa redaksi KOMBECKS juga mendukung Nil Maizar sebagai pelatih Semen Padang. Saat ini lini belakang Semen Padang sangat lemah. Terbukti dengan selalu kebobolan saat pramusim di Piala Wako Padang dan SCM Cup. Hanya clean-sheet ketika menghadapi Pusamania Borneo FC.

Saat ini siapa pelatih Semen Padang masih dalam pembicaraan internal manajemen. Berdasarkan bocoran dari Media Officer Semen Padang Ardi, minggu depan sudah diketahui siapa pelatih Semen Padang. Hmm.. menarik untuk ditunggu.

Selengkapnya ...

Selasa, 20 Januari 2015 - 14.42 WIB

0 Blogger

Facebook

Kabau Sirah Sedang Patah Tanduk

Liga Super Indonesia 2014 seakan menjadi antiklimaks bagi Semen Padang FC. Terseok-seok pada putaran pertama, pada putaran kedua Semen Padang FC bangkit dan lolos ke 8 besar. Penampilan Kabau Sirah saat itu sangat menjanjikan.

Namun ada kuasa lain yang menghentikan langkah mereka. Di babak 8 besar Kabau Sirah harus menelan pil pahit dari keputusan wasit yang berat sebelah. Wasit terlalu mendukung tim lawan yang kental aroma dilindungi "lingkaran kekuasaan". Kabau Sirah tersingkir dengan cara yang jauh dari kata fairplay.

Mengawali ISL 2015 dengan sejumlah laga pra-musim, Semen Padang bermain seakan tanpa arah. Kehilangan sosok striker Edward Wilson kembali terasa pasca didepaknya Osas Saha. Lini depan sering membuang-buang peluang dan jika tidak keberatan bisa disebut TUMPUL.

Di Piala Wali Kota Padang dari tiga laga, Semen Padang hanya mencetak 4 gol dan kebobolan 3 gol. Padahal lawan yang dihadapi secara kualitas masih dibawah Semen Padang, sebut saja Persiba Balikpapan dan Selangor FA. Namun justru Persiba menang 1-0 dan Selangor berhasil menahan imbang 2-2. Semen Padang baru menang atas tim baru promosi Pusamania Borneo dengan skor 2-0. Ini jelas dibawah form, karena turnamen di gelar di Stadion H. Agus Salim, tempat yang dulu diagung-agungkan angker bagi tim lawan.

Tanda-tanda patahnya tanduk Kabau Sirah semakin jelas ketika pra-musim berlanjut ke SCM Cup. Disinilah Semen Padang akan berhadapan dengan tim-tim tangguh ISL. Tim-tim yang dipastikan akan menjadi pesaing diperebutan 4 besar ISL seperti yang diimpikan sebagian besar fans. Jangan heran fans hanya berharap SP finish di 4 besar, karena target ini dianggap paling realistis dan tidak ambisius.

Apa yang terjadi di SCM? sebelas-duabelas dengan turnamen sebelumnya. Semen Padang tumbang 0-1 di laga pertama menghadapi Persebaya. Hal ini tentu tak lebih menyakitkan ketika sempat unggul 1-0 atas SFC pada laga kedua, namun akhirnya kebobolan 2 gol dalam 5 menit terakhir pertandingan.

Pertanyaan apa penyebab kekalahan SPFC untuk ketiga kalinya selama pramusim di kandang sendiri? jika melihat jauh kebelakang masalah pertama Kabau Sirah adalah pada sosok striker asing. Semen Padang masih sangat bergantung pada striker asing. Tahun 2008, sudah menemukan striker ideal Edward Wilson yang begitu ganas didepan gawang lawan. Selama lima musim pemain ini tak tergantikan, bahkan hingga saat kepergianya hingga kini.

Baik diduetkan atau dipasang jadi striker tunggal, Edward menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan ia menjadi top skor Divisi Utama 2009-10 sekaligus mengantarkan SPFC promosi. Selanjutnya Edu selalu cocok diduetkan dengan beberapa pemain seperti Ferdinan Sinaga atau Titus Bonai.

Semen Padang juga tampil sebagai kampiun Liga Prima Indonesia 2011-2012 yang mengantarkan Semen Padang mengulang sejarah mereka di kancah Asia. Semen Padang secara mengejutkan lolos hingga babak perempat-final AFC Cup. Saat itu perempat final AFC Cup baru bisa dicapai 3 klub Indonesia, sebelum Semen Padang ada Persipura dan Arema. Persipura akhirnya berhasil memperbaiki rekor ini di 2014 dengan lolos hingga semifinal.

Sepanjang 2013, Semen Padang masih begitu ditakuti dengan terus kokoh dipuncak klasemen LPI hingga liga akhirnya dihentikan ditengah jalan. Hengkangnya Titus Bonai disusul Edward Wilson menjelang musim 2014 akhirnya menjadi awal mula retaknya tanduk kabau sirah.

Semen Padang hingga kini belum menemukan sosok tepat pengganti Edward Wilson sang target man dan teman duet yang sangat berbahaya. Edu punya fisik, keseimbangan, akurasi, penguasaan bola, dan kecepatan yang bagus. Tidak sungkan untuk menyebutnya masuk jajaran top striker asing tanah air.

Ezzequiel Gonzales -sang target man Persiba Bantul- didatangkan untuk menggantikan posisi Edward Wilson. Hasilnya gagal total karena pemain ini akhirnya didera badai cedera dan menurun penampilannya. Terpaksa mengandalkan striker lokal membuat lini depan Semen Padang sangat mengkhawatirkan di ISL 2014. Jumlah mencetak gol hanya 12 dari 10 laga dan sudah kebobolan 10 gol.

Pada putaran kedua, Osas Saha didatangkan. Harapan itu muncul ketika Osas tampil luar biasa. Semen Padang akhirnya bisa meraih banyak kemenangan pada laga tandang, paling krusial adalah menang 2-1 di kandang Persib dan Arema. Hingga babak 8 besar sebenarnya penampilan Osas Saha tidak terlalu buruk. Semen Padang seharusnya bisa lolos hingga ke semifinal kalau saja faktor non-teknis tidak menggagalkan langkah tersebut.

Namun manajemen menyalahkan Osas Saha seorang diri atas kegagalan ini. Osas dianggap banyak membuang peluang. Osas yang memang minim gol sepanjang 8 besar, sebenarnya masih punya peran besar bagi lini depan SPFC. Osas Saha yang sebelumnya tampil mengesankan kini mulai dikunci lawan. Hal ini sebenarnya menguntungkan, disaat bek lawan fokus mengawasi Osas, saat itulah ada M. Nur, Bayauw, dan Vizcarra bisa lebih leluasa menciptakan gol.

Osas Saha dinilai gagal, terutama selama babak 8 besar dan akhirnya dilepas. Semen Padang akhirnya memilih Djibril Coulibaly mengisi pos striker walau sebenarnya pemain ini punya cedera bawaan yang cukup parah. Apa yang terjadi? pemain ini akhirnya mundur dengan alasan tidak sanggup bermain karena cederanya kambuh.

Perburuan striker asing kembali berlanjut. Herman Dzumafo Epandi terpilih diantara dua striker asing lainnya. Striker gaek berbadan besar ini dinilai masih memiliki ketajaman dan layak mengisi lini depan Kabau Sirah. Hasilnya? sementara masih mengecewakan, mungkin sangat mengecewakan.

Sejauh ini Herman Dzumafo masih "mandul" baik itu di Piala Wako Padang dan SCM Cup. Dzumafo punya pergerakan yang sangat lambat, sering kalah duel udara walau postur tinggi besar, dan memiliki akurasi tembakan yang buruk. Visi bermain legenda PSPS ini pun masih dipertanyakan.

Bahkan pemain muda Irsyad Maulana sudah mencetak gol untuk Semen Padang. Padahal sama-sama baru bergabung. Padahal Irsyad bukan striker murni, sebelumnya ia adalah pemain sayap dan gelandang serang. Memang semua turnamen pra-musim adalah ajang uji coba dan menentukan susunan pemain musim depan. Tapi setidaknya Dzumafo harus memberikan bukti bahwa ia bisa diandalkan.

Apa harus menunggu Esteban Vizcarra mati-matian berjuang sejak sisi sayap hingga ke kotak penalti untuk mencetak gol? atau menunggu Bayauw berlari kencang sendirian dari lini tengah untuk cetak gol? Manusia selalu dibatasi stamina, dua pemain ini tidak bisa dipaksa terus sepanjang laga untuk menutupi kekurangan lini depan.

Apa harus menungggu Nur Iskandar masuk pada babak kedua agar bisa mencetak gol? Apa gunanya Dzumafo? tanpa striker asing ini SP tidak akan lebih buruk dari saat ini. Lebih tegasnya, duet Airlangga Sucipto dan Nur Iskandar dilini depan lebih berbahaya ketimbang salah satunya diganti dengan Dzumafo.

Tak heran melihat penampilan Dzumafo sejauh ini, banyak fans dan suporter geram. Hal ini sangat wajar karena permainan Dzumafo sangat jauh dibawah standar.

Selain masalah pemain terutama striker asing, ternyata ada masalah lain yang baru-baru ini diungkap akun fanbase Semen Padang di sosial media. Ada riak-riak tak sedap di manajemen yang membuat aroma kurang serius ditubuh SPFC saat ini. Terlebih ditambah dengan mundurnya jajaran manajemen yang dianggap tulus membangun SPFC.

Keputusan manajemen mendukung salah satu kandidat ketua umum PSSI diduga juga berkaitan dengan pergantian manajemen SPFC. Selain itu keputusan mendukung salah satu calon Ketum yang kini dianggap musuh sepakbola Indonesia oleh kalangan suporter termasuk suporter Semen Padang sendiri, telah menimbulkan konflik suporter dan manajemen.

Tanda-tanda degradasi sudah didepan mata. Doa para suporter tidak lagi 4 besar atau juara, tapi semoga Semen Padang tidak degradasi musim depan. #Save Kabau Sirah yang sedang patah tanduk!

Selengkapnya ...
------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------
Lainnya
JADWAL
PEMAIN
SUSUNAN PEMAIN
 
Semen Padang FC:Hasil ISL 2014 : Jadwal:
Saksikan Pertandingan Semen Padang Disaluran Berikut :